Ini bukan zamannya pangeran menyelamatkan tuan putri.
Aku terus-menerus mengingatkan diriku bahwa aku tak akan duduk diam menunggu pangeranku di menara tinggi.
Dan aku selalu berpikir bahwa aku tak akan mati tanpa pangeran di hidupku.
Dan baru saja ada tambahan dalam buku prinsip hidupku...
Aku tak pernah boleh jatuh cinta pada pangeran manapun.
Atau aku akan mati. Tapi sudah terlambat.
Dan sekarang, aku hanya perlu menunggu sampai penderitaan ini membunuhku.
Sederhana saja.
Ia tidak menolakku.
Atau menerimaku.
Ia hanya memunggungiku dan bertingkah seolah aku tak pernah ada.
Seolah aku tak lebih dari kehampaan yang tak terlihat.
Lebih baik aku tak pernah hidup, kalau begini jadinya...
No comments:
Post a Comment