Dear God.!!!
Tuesday, December 21, 2010 4:52 PM
Sebuah doa natal...
Aku menemukan tulisan yang sangat bagus dari temanku, Beverly Shania. Ini adalah doa Natalnya, doa yang menurutku adalah sebuah doa yang isinya adalah "apa adanya", menceritakan apa yang dirasakan, dan apa yang diinginkannya sebagai hadiah Natalnya.
Dear God,
Apa kabarMu hari ini? Hari ini hari natal. Adakah kau jauh dalam kekudusanMu merasakan setiap kidung natal yang penuh suka cita? Adakah kau melihat beraneka pohon natal yang indah-indah di setiap sudut dalam dunia? Adakah kau dengar berapa banyak orang yang semalam mengucapkan harapan padaMu? Hari ini hari natal. Hari yang sesungguhnya adalah sebuah jalan menuju rumahMu yang tidak beralamat. Sehingga aku tidak tahu kemana aku harus berjalan. Rumahku mempunyai alamat dan petunjuk arah akan membawaMu kesana. Engkau akan lebih mudah mencariku. Tapi alamatmu cuma sebuah nama Surga. Dikutub manakah itu? di jalan apa? mengendarai kendaraan apa agar aku bisa sampai kesana? Kau ingin mencariMu tapi tidak meninggalkan alamat, bagaimana aku bisa sampai kesana? Maka itu aku menulis email ini untukmu tapi add mu aku tidak tahu. Sehingga aku menyimpannya disini. Semoga Tuhan ada waktu buka-buka internet dan tinggalkan pesan disana untukku.
Aku selalu sendiri dalam perjalanan hidup ini. Terkadang terasa lelah dan kesepian. Terkadang merasa bosan. terkadang tidak tahu apa yang harus aku lakukan supaya hidup ini lebih mepunyai arti. Tuhan Kau sendirian jauh dari manusia dan tidak perlu mengerjakan apa-apa untuk tujuan hidupMu. Apakah Kau pernah merasa kesepian tidak ada yang menemaniMu disana? Apakah Kau tidak lelah melihat pergumulan manusia di kerasnya zaman teknologi ini? kau tidak jenuh dengan segala kebodohan yang berulang terjadi dalam hidup manusia? Apa sebenarnya yang tengah kau lakukan untuk tujuanMu supaya manusia tidak tampak kerdil dan bebal? Tuhan, jangan lupa, kalau kau merasa jenuh ,lelah, dan kesepian, aku adalah disini, setiap saat siap menemaniMu. Lagipula aku selalu sendiri. Ada baiknya Tuhan juga berkunjung dalam rumahku. Aku akan memutarkan film doraemon untukMu.
Hari ini hari natal. Aku tahu Tuhan dari jauh melihat dan mendengar semua yang terjadi dalam dunia. Justru Tuhan yang tidak membiarkan aku tahu keberadaanMu. Sehingga aku selalu bertanya yang aneh-aneh. Mungkin Tuhan udah bosan dengan doaku tiap pagi. Maaf ya aku mau mengulangi doa-doaku itu lagi supaya Tuhan menjadi pusing dan bosan. Dengan demikian Kau akan cepat mengabulkan doaku. Supaya aku tidaklah mengangguMu tiap pagi. Tapi aku tidak boleh pergi begitu saja, aku akan masih mau mengganggu Tuhan dengan lebih banyak doa lagi, Karena kau kan sahabatKu. Walau Kau tidak mengakui aku sahabatMu, aku tetap akan tebal muka tiap hari hadir dalam hadiratMu(hehhehe).
Seperti tahun lalu, aku masih menulis sepucuk surat untukMu. MemberitahuMu bahwa aku baik-baik saja. Karena kasih dan karunia aku masih terus mencari diri di antara kesibukan manusiawi. Aku masih mencari diri dalam renungan yang ada dalam tiap ayat firmanMu. Pintu sedikitnya ada terbuka untuk mengintip kedalam kehidupanMu yang misterius, caraMu yang misterius untuk memberikan manusia hidup yang kekal. Cara yang misterius pula untuk mengembalikan manusia yang berdosa kembali ke tempat dimana awalnya manusia berasal. Biarkan aku tahu sedikit rahasia supaya aku bisa lebih dekat padaMu. Kalau Kau ingin aku tidak bilang pada orang lain, aku akan mengunci mulutku. Tapi jika Kau ingin aku membagikan rahasia meraih kemenangan dariMu, aku akan siap melakukannya. Membiarkan seluruh dunia tahun keberadaanMu.
Masih 3 wishes yang aku minta padaMu, jangan lupakan orangtuaku. Beritahu aku caranya agar aku aku bisa membawa mereka kepadaMu. Berikan sedikit petunjuk agar aku bisa melunakkan hatinya yang tertindas. Aku ingin mereka juga seperti aku dapat menikmati setiap keindahan kasih karuniaMu. Jangan pernah tinggalkan orangtuaku walau saat ini mereka masih belum memiliki iman yang sama denganku. Aku mohon kau rela memberikan sedikit waktu kepadaku untuk memenangkan hati mereka. Aku berjanji akan membawa mereka ke dalam rumahMu juga. Hanya saja mereka belum mau membuka hati untuk mengenalmu. Tuhan ketuklah hati mereka sehingga mereka mau memalingkan wajahnya kepadaMu. Biarkan mereka boleh duduk dalam rumahMu dan mengagungkan namaMu.
wishes yang kedua adalah untuk semua teman-temanku. Yang jauh yang dekat yang kaya dan yang miskin, yang sakit, yang lumpuh, yang buta. Tuhan berikan semua kebaikanMu kepada mereka. Supaya mereka tidak merasa ditinggal dalam kemalangan. Berikan mukjijatMu supaya mereka tahu Kau ada hadir dan mencinta mereka. Basuh mereka dalam bungkusan kasih setia sehingga mereka percaya jalan menuju rumahMu memang ada. Banyak dari mereka yang bercita-cita dan berusaha keras untuk mewujudkan semua mimpi untuk masa depan mereka. Tuhan aku mohon kau mendengarkan setiap doa dan permintaan mereka. Biarkan setiap usaha keras mereka boleh mendapatkan seimbangan dengan apa yang sudah mereka lakukan. Jangan retakan impian mereka tentang satu masa depan. Aku ingin juga Kau mencintai mereka seperti Kau mencintaiku.
Wishku yang terakhir tentu saja jangan lagi ada bencana alam, jangan lagi ada terorisme. Aku tahun tanganMu akan bekerja untuk semua itu. Kasihan sekali orang-orang yang dtimpa kemalangan. Banyak anak-anak kecil yang kehilangan rumah, orangtua. Banyak keluarga yang terpisah. Orang menjadi cacat dan lumpuh. Orang-orang yang tidak mempunyai bahan makanan. Demi sesuap nasi mereka harus memelas. Tuhan berikan keadilanMu supaya mereka juga boleh merasakan semua apa yang namanya kasih sayang. Mereka mungkin tidak dapat menikmati semua yang yang aku yang aku punya. tapi Tuhan biarkan mereka merasakan kemewahan akan berkatMu atas mereka. Banyak dari mereka masih tidak tahu apa arti hidup di dunia ini sebenarnya. Beri mereka ksempatan dan rumah yang utuh.
Tuhan, aku tidak meminta apa-apa untuk diriku. Aku sudah cukup dengan apa yang sudah aku miliki. Aku tahu Kau sayang padaku sehingga aku boleh menikmati apa yang tidak dinikmati oleh orang lain. Aku bersyukur dan berterima kasih karenanya. Permintaanku hanya satu,kabulkan doaku. Aku percaya aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan karena Tuhan tidak pernah ingkar janji. Tuhan tidak pernah melupakan apa yang sudah ditulis untuk umatNya. Aku boleh menjadi orang yang terakhir diingat olehMu tapi tolong jangan pernah lupakan orangtuaku, teman-teman dan saudara-saudaraku. Aku rela menjauh dari orangtuaku jika itu bisa membawa mereka lebih dekat padaMu. Aku lrela melupakan semua teman-teman dan saudara-saudara kalau itu bisa membuatMu mewujudkan semua impian mereka.
Terakhir sekali, selamat natal God. AnugerahMu telah sampai padaKu, hadiahMu tentang keselamatan sudah aku tanam dalam hati. Aku akan setiap pagi mneyiramnya dengan renungan-renungan. Percayalah semuanya akan berbuah. Aku berjanji tidak akan meninggalkanMu lagi walau dalam kesesakan. Aku akan berada di jalanMu, membiarkan lebih banyak ladang lagi yang akan tumbuh subur. Hanya Roh KudusMu dalam hidupku yang akan membantuku melakukan semua itu. Aku akan melakukan suatu perjalanan jauh, Aku minta Tuhan membimbingku selamat sampai tujuan. Dimana pun aku berada hanya Kau yang tahu. Terima kasih untuk semua kesabaranMu mendengarkan aku. Jangan lupa balas suratku ya? Aku akan menuliskan emailku diatas. Amin ..
My Thought, My Activism, My Life, My self... all about me, and how can to relationship be with you, be your self and be my mine. Although we have many differences, but we will remain together in unity as a significant. We become ourselves. I have in you, and you in me.
Tuesday, December 28, 2010
Sepercik Renungan Hari Ini
Hari Ini
Tuesday, December 14, 2010 9:31 AM
14 Des - Zef 3:1-2.9-13; Mat 21:28-32
"Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?"
(Zef 3:1-2.9-13; Mat 21:28-32)
"Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya." (Mat 21:28-32), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Yohanes dari Salib, imam dan pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
Jujur, apa adanya atau transparan itulah suatu keutamaan yang sungguh mendesak dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan masa kini, mengingat dan memperhatikan kebohongan dan sandiwara kehidupan atau korupsi masih marak di sana-sini Dalam kisah warta gembira hari ini antara lain diceriterakan perihal dua anak: pertama mengatakan ya tetapi tidak melaksanakan sedangkan anak kedua dengan jujur mengatakan tidak bisa. Anak kedua inilah yang menerima pujian dan pembenaran dari Yesus. "Jujur pasti hancur", demikian rumor yang sering beredar. Memang benar hidup dan bertindak jujur akan hancur untuk sementara tetapi akan mujur selama-lamanya. Hidup dan bertindak jujur berarti menghayati iman pada Yang Tersalib, siap sedia dan rela menderita sementara demi kebahagiaan atau keselamatan selama-lamanya. Maka dengan ini kami mengajak anda semua untuk mawas diri: sejauh mana buah perjalanan iman sampai kini berbuahkan kejujuran? "Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran" (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur – Balai Pustaka , Jakarta 1997, hal 17). Kami berharap kepada para penegak hukum seperti hakim, jaksa, polisi serta pakar hukum dst.. sungguh dengan jujur melaksanakan tugas pengutusan atau kewajibannya sehari-hari. Secara khusus juga kami ingatkan kepada para orangtua atau bapak-ibu untuk sedini mungkin mendidik anak-anaknya hidup dan jujur bertindak jujur kapanpun dan dimanapun.
"Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN" (Zef 3:12). Semoga kita termasuk orang "yang rendah hati dan lemah, …mencari perlindungan pada nama Tuhan" dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimanapun dan kapanpun. Ingatlah dan hayati bahwa kita berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah setelah meninggal dunia atau dipanggil Tuhan, bahwa kita dapat hidup seperti saat ini hanya karena kemurahan dan kasih Tuhan yang telah kita terima melalui orang-orang yang telah berbuat baik kepada kita. Entah berapa orang yang telah berbuat baik kepada kita, kiranya tak satu orangpun di antara kita mampu menghitung atau mengingat kembali semua kebaikan yang telah kita terima. Maka selayaknya kita hidup dan bertindak dengan rendah hati, tidak sombong dan tidak angkuh. Dia yang kita tunggu-tunggu kedatanganNya sungguh rendah hati, dan hanya dalam kerendahan hati kita akan mampu melihat, menikmati dan mengimani kedatanganNya. "Rendah hati adalah sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri, yaitu dengan menenggang perasaan orang lain. Meskipun pada kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya" (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur – Balai Pustaka, Jakarta 1997, hal 24). Kami harapkan semakin berpengalaman, semakin tua/tambah umur, semakin kaya akan harta benda atau uang, semakin pandai/cerdas, semakin tinggi fungsi atau jabatan dalam hidup bersama dst.. hendaknya semakin rendah hati. Jika tidak rendah hati berarti tidak beriman, tidak percaya pada Tuhan, pada penyelenggaraanNya. Tuhan berkarya dimana saja dan kapan saja, tidak terikat oleh ruang dan waktu, maka baiklah sebagai umat beriman kita senantiasa mengusahakan perlindungan pada nama Tuhan.
"Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya."
(Mzm 34:2-3.6-7)
Jakarta, 14 Desember 2010 (http://renunganimankatolik.blogspot.com/2010/12/14-des-zef-31-29-13-mat-2128-32.html)
Tuesday, December 14, 2010 9:31 AM
14 Des - Zef 3:1-2.9-13; Mat 21:28-32
"Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?"
(Zef 3:1-2.9-13; Mat 21:28-32)
"Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya." (Mat 21:28-32), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Yohanes dari Salib, imam dan pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
Jujur, apa adanya atau transparan itulah suatu keutamaan yang sungguh mendesak dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan masa kini, mengingat dan memperhatikan kebohongan dan sandiwara kehidupan atau korupsi masih marak di sana-sini Dalam kisah warta gembira hari ini antara lain diceriterakan perihal dua anak: pertama mengatakan ya tetapi tidak melaksanakan sedangkan anak kedua dengan jujur mengatakan tidak bisa. Anak kedua inilah yang menerima pujian dan pembenaran dari Yesus. "Jujur pasti hancur", demikian rumor yang sering beredar. Memang benar hidup dan bertindak jujur akan hancur untuk sementara tetapi akan mujur selama-lamanya. Hidup dan bertindak jujur berarti menghayati iman pada Yang Tersalib, siap sedia dan rela menderita sementara demi kebahagiaan atau keselamatan selama-lamanya. Maka dengan ini kami mengajak anda semua untuk mawas diri: sejauh mana buah perjalanan iman sampai kini berbuahkan kejujuran? "Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran" (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur – Balai Pustaka , Jakarta 1997, hal 17). Kami berharap kepada para penegak hukum seperti hakim, jaksa, polisi serta pakar hukum dst.. sungguh dengan jujur melaksanakan tugas pengutusan atau kewajibannya sehari-hari. Secara khusus juga kami ingatkan kepada para orangtua atau bapak-ibu untuk sedini mungkin mendidik anak-anaknya hidup dan jujur bertindak jujur kapanpun dan dimanapun.
"Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN" (Zef 3:12). Semoga kita termasuk orang "yang rendah hati dan lemah, …mencari perlindungan pada nama Tuhan" dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimanapun dan kapanpun. Ingatlah dan hayati bahwa kita berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah setelah meninggal dunia atau dipanggil Tuhan, bahwa kita dapat hidup seperti saat ini hanya karena kemurahan dan kasih Tuhan yang telah kita terima melalui orang-orang yang telah berbuat baik kepada kita. Entah berapa orang yang telah berbuat baik kepada kita, kiranya tak satu orangpun di antara kita mampu menghitung atau mengingat kembali semua kebaikan yang telah kita terima. Maka selayaknya kita hidup dan bertindak dengan rendah hati, tidak sombong dan tidak angkuh. Dia yang kita tunggu-tunggu kedatanganNya sungguh rendah hati, dan hanya dalam kerendahan hati kita akan mampu melihat, menikmati dan mengimani kedatanganNya. "Rendah hati adalah sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri, yaitu dengan menenggang perasaan orang lain. Meskipun pada kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya" (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur – Balai Pustaka, Jakarta 1997, hal 24). Kami harapkan semakin berpengalaman, semakin tua/tambah umur, semakin kaya akan harta benda atau uang, semakin pandai/cerdas, semakin tinggi fungsi atau jabatan dalam hidup bersama dst.. hendaknya semakin rendah hati. Jika tidak rendah hati berarti tidak beriman, tidak percaya pada Tuhan, pada penyelenggaraanNya. Tuhan berkarya dimana saja dan kapan saja, tidak terikat oleh ruang dan waktu, maka baiklah sebagai umat beriman kita senantiasa mengusahakan perlindungan pada nama Tuhan.
"Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya."
(Mzm 34:2-3.6-7)
Jakarta, 14 Desember 2010 (http://renunganimankatolik.blogspot.com/2010/12/14-des-zef-31-29-13-mat-2128-32.html)
Apalah arti sebuah ijasah….
Apalah Arti Sebuah Ijazah
Friday, November 26, 2010 12:55 PM
Apalah arti sebuah ijasah….
Pagi-pagi, ketika semuanya telah dimulai dengan semangat baru untuk suatu tugas sepanjang hari.. seorang ibu datang untuk suatu urusan penting. Sang ibu datang dari jauh, sendirian, entah menggunakan angkutan umum, entah diantar, entah dengan berjalan kaki dari rumahnya hingga ke kantor bagian administrasi di sebuah perguruan tinggi swasta yang terkenal. Sang ibu, dengan penuh kelembutan menyapa dan dibalas dengan simpatik pula oleh petugas adminstrasi dan dipersilahkan untuk mengutarakan apa yang harus dikerjakan… mulailah sang ibu tadi mengeluarkan berkar yang tak lain adalah sebuah form bebas tunggakan administrasi untuk pengambilan ijazah. Sang ibu, tak lupa pula menyerahkan sebuah surat kuasa bermaterai, sebagai tanda penyerahan tugas dari yang bersangkutan karena yang bersangkutan berhalangan hadir.
Setelah itu barulah diketahui ternyata dia adalah orang tua dari seorang Mahasiswi angkatan 2001 yang baru lulus yudisiun pada juni 2009 dan telah mengikuti wisuda pada desember 2009 yang lalu. Setelah lulus sang anak atau mahasiswi tersebut rupanya hijrah ke Jakarta untuk sebuah pekerjaan yang memang sangat diinginkannya dan sesuai dengan keahliannya. Dan ini sangat baik, dan begitulah seharusnya, di mana seorang anak sudah bias mandiri bekerja dan menunaikan kewajibannya sebagai anak. Akan tetapi, ada hal yang harus digarisbawahi… kembali kepada sang ibu tadi… dengan sabar terjadi dialog antara ibu dan petugas admin mengenai proses dan langkah yang harus dilakukan sesuai prosedur pengambilan ijazah… lalu mulailah petugas memeriksa laporan yang masuk di database mahasiswa menyangkut andministrasi yang harus diselesaikan… secara akademik, ok, namun ada beberapa hal yang merupakan tunggakan yang wajib diselesaikan, yakni pengumpulan berkas laporan tugas-tugas akademik.
Setelah pencarian secara manual dan masuk dalam program database kemahasiswaan ternyata mahasiswi tersebut belum melengkapi persyaratan tersebut, semua laporan tak satupun yang dikumpulkan, dengan demikian hasilnya adalah nihil. Sang ibu memang tidak merasa heran dengan hal ini… beliau sepertinya memaklumi jika putrinya itu mengabaikan apa yang seharusnya menjadi kewajibannya… sang ibu bercerita…. Mulai dari awal kuliah tahun 2010, yang seharusnya lulus pada tahun 2004… sang anak memiliki bebrapa kecendrungan yang menjadi perhatian kearah indisipliner. Entah ini diluar prestasi akademis, namun secara in persona, bias dilihat bahwa ada sesuatu yang seharusnya diperhatikan yakni bagaimana titik keseimbangan antara prestasi akademis dengan kepribadian, hard skill dan soft skill, ini disimpulkan oleh sang ibu bahwa putrinya memang tidak terlalu memusingkan bagaimana proses akademik itu berjalan, asal kuliah, lulus atau tidak, masuk atau tidak, dan bagaimana dia bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dan apakah hasilnya baik atau tidak… dan sang anak rupanya tidak terlalu mengindahkan hal-hal itu dengan baik… bahkan kuliah yang seharusnya bias diselesaikan 4 tahun harus terbengkalai karena pekerjaan yang katanya merupakan hobi dan sesuai dengan minatnya.. sang ibu berusaha memahami dan berusaha keras bagaimana agar anaknya itu bias menyerlesaikan studinya sehingga nanti dia bias memiliki gelar akademis dan membantu dalam pekerjaannya yang lebih baik di kemudian hari. Mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Namun apa yang terjadi adalah sebaliknya… orang tua hanya bisa berusaha mengarahkan dan juga mengharapkan apa yang terbaik bagaimanapun caranya, yang penting nanti sang anak dapat menikmati hasil jauh lebih baik dari pada yang ada saat ini. Itulah harapan yang terbersit dalah benak sang ibu.
Oleh karena itu dia berusaha mendamaikan dirinya dengan melihat situasi sang anak. Memang sang anak sudah bekerja, mungkin secara financial sudah mapan dan mandiri, namun hati seorang ibu tetaplah melebur dalam suatu usaha untuk tujuan yang baik bagi anaknya. Mengapa demikian, sang anak rupanya tidak melihat betapa dan berapa penting nilai pendirikan, dan apalah arti sebuah ijazah itu…aku bias bekerja tanpa ijazah itu, nasibku tidak tergantung pada ijazah itu, dengan kata lain, aku tidak membutuhkan ijazah itu…
Setelah bertahun tahun bergumul dalam perkuliahan, pun akhirnya bukan ijazah yang menentukan. Ijazah tidak berfungsi, tidak ada gunanya, dan hanya sebagai labelitas yang bahkan untuk dibanggakan saja itu tidak pantas…
Begitulah fenomena ini akhirnya menjadi suatu keprihatinan yang seharusnya tidak pernah ada. Ada banyak anak bangsa di negeri ini yang bahkan masuk ke sekolah dasar saja mengalami kesulitan di luar akan dan batas pemikiran yang wajar. Ada banyak lulusan SLTP yang ingin melanjutkan ke SLTA, dan ada banyak lulusan SLTA yang ingin mengenyam bangku kuliah dan mendapatkan ijazah agar nanti bias membantu memudahkan mencari pekerjaan, sementara itu ternyata ada beberapa orang yang mengatakan: “ah, sia-sia saja, ijasah tidak menjamin untuk mendapatkan pekerjaan yang baik… “
Lupakan soal itu, kita adalah makhluk educational yang seyogianya adalah makhluk berakal budi yang bias melihat realitas dengan berbagai paradigma yang terjadi dalam kemajemukan rutinitas hidup sehari-hari. Akankah semua orang berpendapat bahwa pendidikan baik formal maupun informal itu penting? Sejauh mana setiap orang merasa wajib mendapatkan pendidikan yang layak, dan apa tujuan pendidikan itu? Apa hakikat pendidikan? Mampukah lembaga pendidikan menjangkau moralitas bangsa dengan sejuta konflik yang ada baik dalah bidang idiologi, politik, social, budaya, agama, ras, yang pada akhirnya menjadi satu kesatuan dalam setiap pribadi bangsa? Mengapa nilai-nilai yang ada dalam silabus pendidikan baik dalam keluarga, lingkungan, sekolah, organisasi, perkantoran, agama, mampu merubah pribadi dan pola piker seseorang sehingga membentuk satu pribadi yang unik, dan apakan sangat menentukan dalam polemil multikulrutar bangsa yang plural dan majemuk ini, lantas bagaimana sebuah pendidikan berperan aktif meresap segala indikasi kepada suatu unifikasi social yang mengedepankan fungsi atau ultilitarianisme? Berbagai jawaban bisa diberikan sebagai suatu pemahaman bersama, dan kita berharapa nilai pendidikan tetap menjadi nilai sentral dalam tiap pribadi bangsa yang bermartabat ini.
Friday, November 26, 2010 12:55 PM
Apalah arti sebuah ijasah….
Pagi-pagi, ketika semuanya telah dimulai dengan semangat baru untuk suatu tugas sepanjang hari.. seorang ibu datang untuk suatu urusan penting. Sang ibu datang dari jauh, sendirian, entah menggunakan angkutan umum, entah diantar, entah dengan berjalan kaki dari rumahnya hingga ke kantor bagian administrasi di sebuah perguruan tinggi swasta yang terkenal. Sang ibu, dengan penuh kelembutan menyapa dan dibalas dengan simpatik pula oleh petugas adminstrasi dan dipersilahkan untuk mengutarakan apa yang harus dikerjakan… mulailah sang ibu tadi mengeluarkan berkar yang tak lain adalah sebuah form bebas tunggakan administrasi untuk pengambilan ijazah. Sang ibu, tak lupa pula menyerahkan sebuah surat kuasa bermaterai, sebagai tanda penyerahan tugas dari yang bersangkutan karena yang bersangkutan berhalangan hadir.
Setelah itu barulah diketahui ternyata dia adalah orang tua dari seorang Mahasiswi angkatan 2001 yang baru lulus yudisiun pada juni 2009 dan telah mengikuti wisuda pada desember 2009 yang lalu. Setelah lulus sang anak atau mahasiswi tersebut rupanya hijrah ke Jakarta untuk sebuah pekerjaan yang memang sangat diinginkannya dan sesuai dengan keahliannya. Dan ini sangat baik, dan begitulah seharusnya, di mana seorang anak sudah bias mandiri bekerja dan menunaikan kewajibannya sebagai anak. Akan tetapi, ada hal yang harus digarisbawahi… kembali kepada sang ibu tadi… dengan sabar terjadi dialog antara ibu dan petugas admin mengenai proses dan langkah yang harus dilakukan sesuai prosedur pengambilan ijazah… lalu mulailah petugas memeriksa laporan yang masuk di database mahasiswa menyangkut andministrasi yang harus diselesaikan… secara akademik, ok, namun ada beberapa hal yang merupakan tunggakan yang wajib diselesaikan, yakni pengumpulan berkas laporan tugas-tugas akademik.
Setelah pencarian secara manual dan masuk dalam program database kemahasiswaan ternyata mahasiswi tersebut belum melengkapi persyaratan tersebut, semua laporan tak satupun yang dikumpulkan, dengan demikian hasilnya adalah nihil. Sang ibu memang tidak merasa heran dengan hal ini… beliau sepertinya memaklumi jika putrinya itu mengabaikan apa yang seharusnya menjadi kewajibannya… sang ibu bercerita…. Mulai dari awal kuliah tahun 2010, yang seharusnya lulus pada tahun 2004… sang anak memiliki bebrapa kecendrungan yang menjadi perhatian kearah indisipliner. Entah ini diluar prestasi akademis, namun secara in persona, bias dilihat bahwa ada sesuatu yang seharusnya diperhatikan yakni bagaimana titik keseimbangan antara prestasi akademis dengan kepribadian, hard skill dan soft skill, ini disimpulkan oleh sang ibu bahwa putrinya memang tidak terlalu memusingkan bagaimana proses akademik itu berjalan, asal kuliah, lulus atau tidak, masuk atau tidak, dan bagaimana dia bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dan apakah hasilnya baik atau tidak… dan sang anak rupanya tidak terlalu mengindahkan hal-hal itu dengan baik… bahkan kuliah yang seharusnya bias diselesaikan 4 tahun harus terbengkalai karena pekerjaan yang katanya merupakan hobi dan sesuai dengan minatnya.. sang ibu berusaha memahami dan berusaha keras bagaimana agar anaknya itu bias menyerlesaikan studinya sehingga nanti dia bias memiliki gelar akademis dan membantu dalam pekerjaannya yang lebih baik di kemudian hari. Mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Namun apa yang terjadi adalah sebaliknya… orang tua hanya bisa berusaha mengarahkan dan juga mengharapkan apa yang terbaik bagaimanapun caranya, yang penting nanti sang anak dapat menikmati hasil jauh lebih baik dari pada yang ada saat ini. Itulah harapan yang terbersit dalah benak sang ibu.
Oleh karena itu dia berusaha mendamaikan dirinya dengan melihat situasi sang anak. Memang sang anak sudah bekerja, mungkin secara financial sudah mapan dan mandiri, namun hati seorang ibu tetaplah melebur dalam suatu usaha untuk tujuan yang baik bagi anaknya. Mengapa demikian, sang anak rupanya tidak melihat betapa dan berapa penting nilai pendirikan, dan apalah arti sebuah ijazah itu…aku bias bekerja tanpa ijazah itu, nasibku tidak tergantung pada ijazah itu, dengan kata lain, aku tidak membutuhkan ijazah itu…
Setelah bertahun tahun bergumul dalam perkuliahan, pun akhirnya bukan ijazah yang menentukan. Ijazah tidak berfungsi, tidak ada gunanya, dan hanya sebagai labelitas yang bahkan untuk dibanggakan saja itu tidak pantas…
Begitulah fenomena ini akhirnya menjadi suatu keprihatinan yang seharusnya tidak pernah ada. Ada banyak anak bangsa di negeri ini yang bahkan masuk ke sekolah dasar saja mengalami kesulitan di luar akan dan batas pemikiran yang wajar. Ada banyak lulusan SLTP yang ingin melanjutkan ke SLTA, dan ada banyak lulusan SLTA yang ingin mengenyam bangku kuliah dan mendapatkan ijazah agar nanti bias membantu memudahkan mencari pekerjaan, sementara itu ternyata ada beberapa orang yang mengatakan: “ah, sia-sia saja, ijasah tidak menjamin untuk mendapatkan pekerjaan yang baik… “
Lupakan soal itu, kita adalah makhluk educational yang seyogianya adalah makhluk berakal budi yang bias melihat realitas dengan berbagai paradigma yang terjadi dalam kemajemukan rutinitas hidup sehari-hari. Akankah semua orang berpendapat bahwa pendidikan baik formal maupun informal itu penting? Sejauh mana setiap orang merasa wajib mendapatkan pendidikan yang layak, dan apa tujuan pendidikan itu? Apa hakikat pendidikan? Mampukah lembaga pendidikan menjangkau moralitas bangsa dengan sejuta konflik yang ada baik dalah bidang idiologi, politik, social, budaya, agama, ras, yang pada akhirnya menjadi satu kesatuan dalam setiap pribadi bangsa? Mengapa nilai-nilai yang ada dalam silabus pendidikan baik dalam keluarga, lingkungan, sekolah, organisasi, perkantoran, agama, mampu merubah pribadi dan pola piker seseorang sehingga membentuk satu pribadi yang unik, dan apakan sangat menentukan dalam polemil multikulrutar bangsa yang plural dan majemuk ini, lantas bagaimana sebuah pendidikan berperan aktif meresap segala indikasi kepada suatu unifikasi social yang mengedepankan fungsi atau ultilitarianisme? Berbagai jawaban bisa diberikan sebagai suatu pemahaman bersama, dan kita berharapa nilai pendidikan tetap menjadi nilai sentral dalam tiap pribadi bangsa yang bermartabat ini.
interpret the significance of your presence
interpret the significance of your presence
Tuesday, August 03, 2010 9:47 AM
is difficult to give sense to someone that there will be difficulties and impossible if we have to impose the will. sense of caring will not be sufficient even be letting go.
This will be a stumbling block to others ..
but, I understand about what really happened.
In fact, I would feel sick if forced myself to attend any further something that should never know.
I don't want to know, I'll close the meeting and harbored a deep, even assuming that this never existed, never had anything happen to you, among us, about us, about this fear.
If too forced, there will be doubts, restlessness, and caused anger aside every feeling that there are about us.
May need some more for introspection, asking about the doubt of the truth which we have had together. I don't want anything to happen and you feel uneasy.
I would like to see you smiling, cheerful, and you can express yourself freely, with your way.
perhaps I could never bring that feeling inside you,
and I know that's impossible, though I know you very much.
I want, I can do for you ..
I too want to love you ...
give comfort, calmness, coolness.
but, we should be able to receive what already exist today between you and me,
between your life and life, between our time together,
until one day we can understand the significance of your presence and my presence ...
about a latent feelings, let it remain there occurred in the hope that neatly folds. maybe we can get it back, remember and describe to each other about the fact that there, rolling in the lap time until we feel that it is very meaningful, and ever present within us ...
my greets, my words.. paskal... :-)
Tuesday, August 03, 2010 9:47 AM
is difficult to give sense to someone that there will be difficulties and impossible if we have to impose the will. sense of caring will not be sufficient even be letting go.
This will be a stumbling block to others ..
but, I understand about what really happened.
In fact, I would feel sick if forced myself to attend any further something that should never know.
I don't want to know, I'll close the meeting and harbored a deep, even assuming that this never existed, never had anything happen to you, among us, about us, about this fear.
If too forced, there will be doubts, restlessness, and caused anger aside every feeling that there are about us.
May need some more for introspection, asking about the doubt of the truth which we have had together. I don't want anything to happen and you feel uneasy.
I would like to see you smiling, cheerful, and you can express yourself freely, with your way.
perhaps I could never bring that feeling inside you,
and I know that's impossible, though I know you very much.
I want, I can do for you ..
I too want to love you ...
give comfort, calmness, coolness.
but, we should be able to receive what already exist today between you and me,
between your life and life, between our time together,
until one day we can understand the significance of your presence and my presence ...
about a latent feelings, let it remain there occurred in the hope that neatly folds. maybe we can get it back, remember and describe to each other about the fact that there, rolling in the lap time until we feel that it is very meaningful, and ever present within us ...
my greets, my words.. paskal... :-)
Saturday, March 6, 2010
Sukses dimulai dari IMPIAN BESAR
Apakah saat ini kita memiliki impian yang sangat tinggi yang ingin diraih, yaitu sebuah impian yang mungkin mustahil untuk kita capai dengan keadaan kita sekarang ini? Apakah mungkin sekarang kita sedang direndahkan dan ditertawakan oleh teman, saudara, atau bahkan orang tua ketika kita menceritakan impian kita kepada mereka?
Oleh DWI SANJAYA
Jika kita menjawab ya, janganlah kita merasa kecil hati dan putus asa. Sebaliknya, kita harus bangga dan berbahagia karena kita baru saja memasuki langkah awal kesuksesan. Mengapa demikan? Karena pondasi kesuksesan adalah impian yang kita miliki. Setiap orang yang telah sukses pasti diawali dengan impian.
Membangun impian dapat diibaratkan seseorang yang sedang membangun sebuah rumah. Awalnya kita harus membangun pondasi yang kokoh agar bila terjadi bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau lainnya yang mengakibatkan rumah yang kita bangun retak dan rusak, kita dapat membangunnya kembali.
Begitu pula halnya bila kita sedang berusaha mewujudkan impian yang kita miliki. Jika impian yang kita tanamkan sudah melekat sedemikian kuatnya dalam diri kita, kita akan siap untuk bangkit kembali jika seandainya kita mengalami bencana alam baca: kegagalan).
Banyak orang berhasil yang mengawali langkah keberhasilan dalam hidupnya dengan bermimpi. Salah satunya adalah Soichiro Honda yang sekarang ini terkenal dengan produk ciptaannya berupa sepeda motor dan mobil bermerek Honda. Pada waktu Honda masih duduk di bangku sekolah, ia bukanlah seorang siswa yang pandai. Pada saat gurunya sedang menerangkan pelajaran, Honda sering melamun dan berkhayal berbagai macam penemuan yang cemerlang, terutama yang banyak berhubungan dengan permesinan karena ia sangat suka dengan mesin.
Karena kebiasaan bermimpinya di kelas tersebut ia sempat dikeluarkan dari sekolah. Namun hal tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk mewujudkan semua im-piannya. Hingga saat ini Honda dapat memperlihatkan diri kepada dunia bahwa ia adalah salah satu contoh orang yang sangat berhasil dalam mengubah semua impiannya menjadi kenyataan. Dan sampai saat ini Honda terus-menerus melakukan inovasi-inovasi baru melalui mimpi-mimpi barunya dengan melakukan kampanye The Power of Dreams melalui media massa belum lama ini.
Kisah Honda ini terdapat memberi pelajaran yang cukup menarik yang dapat kita petik, yaitu bahwa setinggi apa pun mimpi kita, jika kita benar-benar yakin bahwa mimpi kita akan berhasil dan kita mau berusaha keras untuk mewujudkannya, maka pastilah suatu saat mimpi kita tersebut akan menjadi kenyataan. Percayalah!
Dalam realitas kehidupan yang kita jalani saat ini, kita harus memiliki cita-cita dan impian agar hidup kita dapat terarah dan memiliki tujuan yang jelas. Kita bebas merancang impian kita sesuai dengan yang kita inginkan dan kita juga bebas untuk mengubah impian kita setiap saat jika memang suara hati kita menghendaki untuk mengubahnya.
Keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup selalu berawal dari impian. Namun tidak semua orang berhasil mewujudkan impiannya. Hal ini bergantung pada bagaimana kita bisa mengarahkan impian kita kepada kenyataan yang kita harapkan. Orang yang berhasil mewujudkan impiannya adalah orang yang dapat menyelaraskan antara impian dengan tindakan. Suatu impian akan dapat dicapai jika kita tidak terlena dengan impian-impian kita dan selalu hidup dalam dunia impian, namun kita diharapkan untuk mau mengubah sikap dan tindakan kita menuju ke arah impian yang kita cita-citakan.
Jika saat ini kondisi dan keadaan kita sangat jauh dari impian yang kita miliki, kita harus mengubah perilaku dan tindakan kita untuk mencapainya. Dengan kata lain, kita harus keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) kita. Misalnya, jika kita memiliki impian untuk bisa lulus sekolah/kuliah dengan nilai baik, ubahlah sikap kita yang mungkin biasa bermalas-malasan untuk menjadi lebih giat lagi dan berusahalah dengan sebaik mungkin untuk mewujudkannya.
Mimpi Pasif dan Mimpi Aktif
Saya rasa hampir setiap orang pernah bermimpi. Mimpi adalah suatu rangkaian kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar kita. Mimpi yang biasa kita alami adalah mimpi pada saat kita sedang tidur. Mimpi pada saat kita sedang tidur biasanya terjadi apabila kita sedang menghadapi suatu permasalahan dalam diri dan batin kita. Masalah-masalah tersebut masih menumpuk dalam pikiran kita sehingga pada saat kita tidur alam pikiran bawah sadar kita membawa kita kepada masalah-masalah tersebut tanpa dapat kita kendalikan, namun kita merasa seolah-olah mengalami kejadian yang sebenarnya.
Mimpi seperti ini saya sebut dengan istilah mimpi pasif. Saya menyebut demikian karena mimpi tersebut adalah mimpi yang terjadi di luar kehendak kita. Kita tidak dapat mengontrol mimpi kita itu dan mimpi tersebut cenderung tidak nyata. Mimpi seperti ini akan berakhir apabila kita terjaga dari tidur.
Di samping mimpi pasif yang berlangsung pada saat kita tidur, ada juga seseorang yang pada dasarnya sering berkhayal atau mengimajinasikan hal-hal indah secara terus- menerus namun tidak pernah berusaha untuk mewujudkannya.
Berkhayal (mimpi) semacam ini saya kategorikan ke dalam mimpi pasif juga karena ia hanya berangan-angan dan membayangkan kejadian-kejadian indah namun tanpa diikuti perubahan tindakan yang menuju kepada tercapainya impiannya tersebut.
Hal ini sama saja halnya dengan hidup dalam dunia mimpi yang telah saya sebutkan sebelumnya karena semua angan- angan tersebut akan berakhir pada saat ia selesai berimajinasi (baca: bangun dari tidurnya).
Sedangkan mimpi aktif adalah suatu imajinasi atau khayalan yang dilakukan secara terus-menerus namun disertai dengan perubahan perilaku yang mengacu kepada tercapainya mimpi tersebut sehingga kita tidak selalu hidup dalam dunia mimpi atau dunia tidur dan berusaha mewujudkannya.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam dunia tidur pada saat kita bermimpi, kita tidak dapat mengendalikan mimpi kita tersebut, dan setelah kita terbangun semua hal yang terjadi dalam mimpi tersebut hilang tanpa bekas. Begitu pula jika kita hanya memiliki impian tapi tidak melakukan sesuatu untuk mewujudkan impian tersebut adalah sama dengan ber-mimpi pasif karena tidak ada tindakan nyata untuk mewujudkannya.
Oleh karena itu, kita hendaknya menjadi pemimpi-pemimpi aktif di mana kita tidak hanya berimajinasi saja tapi juga melakukan tindakan yang mendukung ke arah tercapainya impian kita. Lakukan perubahan dalam diri kita, keluar dari zona kenyamanan, dan raihlah impian kita tersebut.
Tips Mewujudkan Mimpi
Jika sampai saat ini yang sering kita lakukan hanyalah bermimpi pasif, mungkin kini saatnya kita mencoba untuk mengubah mimpi pasif kita menjadi mimpi aktif dan mewujudkannya dalam realitas kehidupan kita sehingga kita tidak hanya hidup dalam dunia mimpi.
Berikut saya akan coba memaparkan beberapa tips untuk mengubah mimpi pasif menjadi mimpi aktif dan mewujudkan impian yang kita miliki ke dalam realitas hidup.
Tips #1
Setiap orang pasti memiliki segudang impian yang sangat indah dan berjuta-juta keinginan dalam pikirannya. Dan pada saat inilah orang tersebut sedang berada pada state 1 yaitu ia sedang bermimpi pasif. Namun, tentu saja kita tidak dapat memperoleh semua impian kita secara sekaligus dalam tempo yang sangat singkat tanpa melakukan apa-apa.
Kita harus dapat menyaring dan membuat prioritas impian mana yang akan kita wujudkan terlebih dahulu. Kita harus beralih dari state 1 (mimpi pasif) di mana yang kita lakukan hanya bermimpi setinggi-tingginya ke state 2 (mimpi aktif) dengan melalui suatu jembatan yang saya beri nama filter trans imajiner.
Filter ini merupakan suatu titik di mana kita sedang berada pada proses transisi/pemindahan mimpi-mimpi kita yang hanya ada dalam khayalan kita untuk menjadi kenyataan.
Filter ini bermanfaat untuk menyaring semua mimpi kita yang mungkin jumlahnya sangat banyak hingga menjadi beberapa yang ingin kita capai dalam waktu dekat.
Pada state ini kita dituntut untuk tidak hanya membayangkan terwujudnya impian kita saja, namun kita juga harus memikirkan proses pencapaiannya tahap demi tahap dan mimpikan pula proses tersebut tahap demi tahap sampai kita berhasil meraih apa yang kita mimpikan dan menjadi realitas.
Tips #2
Setelah kita menyaring mimpi-mimpi yang kita miliki, kita harus melewati satu rintangan terbesar dalam proses meraih impian berikutnya, yaitu kita harus berusaha untuk keluar dari zona kenyamanan kita (comfort zone).
Zona ini merupakan saat di mana kita merasa sangat nyaman dengan mimpi-mimpi di alam mimpi kita. Pada saat ini mungkin kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan untuk keluar dari zona ini karena mimpi yang kita miliki sangat jauh dari keadaan kita sekarang ini sehingga kita merasa bahwa kita sudah pasti tidak dapat mewujudkan impian tersebut.
Kita harus berhasil melewati zona ini dengan melakukan tindakan nyata dalam proses meraih impian yang kita inginkan. Kita harus selalu optimis bahwa impian kita akan dapat menjadi kenyataan suatu saat nanti.
Tips #3
Tahapan ini merupakan tahapan yang paling menentukan apakah impian-impian kita akan menjadi kenyataan atau tidak. Pada tahapan ini kita harus siap menghadapi masalah yang dapat berupa penghalang atau hambatan maupun kesulitan yang harus kita hadapi dalam proses meraih impian kita.
Salah satu penghalang atau hambatan yang harus kita hadapi dapat berupa jatuh miskin, kehilangan orang yang dicintai, dihina orang banyak, dikucilkan, tidak dipercaya, dikeluarkan dari sekolah dan hal-hal lain yang menyebabkan kita kehilangan semangat untuk terus berusaha mewujudkan impian kita.
Hambatan yang banyak dialami setiap orang adalah kegagalan. Dan kegagalan ini sering membuat orang patah semangat dan berputus asa serta tidak berani mencoba lagi. Tidak jarang impian seseorang berakhir pada state ini.
Kegagalan ini banyak disebabkan oleh karena proses mewujudkan impian tidak seindah dan semudah apa yang kita bayangkan sebelumnya. Seharusnya, jika kita mengalami kegagalan, kita harus berani mencoba kembali, memimpikan kembali secara aktif, memvisualisasikan dalam pikiran kita mulai dari proses sampai tercapainya impian kita sehingga kita selalu memiliki semangat juang yang tinggi setelah kita mengalami kegagalan dan bukan hanya merenungi nasib yang telah terjadi atau bahkan kita mengubah impian kita.
Memang tidak ada salahnya bagi kita untuk mengubah impian kita semula dan berusaha mencapai impian yang lain jika kita memang sudah merasa bahwa impian kita sudah tidak sejalan dengan tujuan hidup kita. Namun satu hal yang harus kita yakini adalah bahwa dengan selalu belajar dari pengalaman kegagalan dan kemudian mencoba lagi suatu saat mimpi kita pasti akan dapat menjadi kenyataan.
Orang yang tabah, sabar, dan berhasil melewati semua permasalahan tersebut barulah akan menjadi orang yang berhasil meraih impiannya. Sanggupkah kita menghadapi semua rintangan-rintangan tersebut? Ingat cerita Honda Soichiro! Dan ikuti panduan tips-tips yang telah diutarakan sebelumnya.
Jangan lupa untuk selalu membawa serta impian kita ke mana pun kita pergi, di mana pun kita berada, dalam berbagai kondisi dan situasi yang bagaimana pun yang sedang menimpa kita. Kita harus selalu percaya dan yakin bahwa impian yang kita miliki akan tercapai melalui usaha-usaha kita yang tekun dan tidak kenal menyerah serta tidak lupa untuk meminta pertolongan Tuhan. Dengan demikian keberhasilan akan dapat kita peroleh. Bermimpilah dan percayalah!
Copyright © Sinar Harapan 2002
Oleh DWI SANJAYA
Jika kita menjawab ya, janganlah kita merasa kecil hati dan putus asa. Sebaliknya, kita harus bangga dan berbahagia karena kita baru saja memasuki langkah awal kesuksesan. Mengapa demikan? Karena pondasi kesuksesan adalah impian yang kita miliki. Setiap orang yang telah sukses pasti diawali dengan impian.
Membangun impian dapat diibaratkan seseorang yang sedang membangun sebuah rumah. Awalnya kita harus membangun pondasi yang kokoh agar bila terjadi bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau lainnya yang mengakibatkan rumah yang kita bangun retak dan rusak, kita dapat membangunnya kembali.
Begitu pula halnya bila kita sedang berusaha mewujudkan impian yang kita miliki. Jika impian yang kita tanamkan sudah melekat sedemikian kuatnya dalam diri kita, kita akan siap untuk bangkit kembali jika seandainya kita mengalami bencana alam baca: kegagalan).
Banyak orang berhasil yang mengawali langkah keberhasilan dalam hidupnya dengan bermimpi. Salah satunya adalah Soichiro Honda yang sekarang ini terkenal dengan produk ciptaannya berupa sepeda motor dan mobil bermerek Honda. Pada waktu Honda masih duduk di bangku sekolah, ia bukanlah seorang siswa yang pandai. Pada saat gurunya sedang menerangkan pelajaran, Honda sering melamun dan berkhayal berbagai macam penemuan yang cemerlang, terutama yang banyak berhubungan dengan permesinan karena ia sangat suka dengan mesin.
Karena kebiasaan bermimpinya di kelas tersebut ia sempat dikeluarkan dari sekolah. Namun hal tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk mewujudkan semua im-piannya. Hingga saat ini Honda dapat memperlihatkan diri kepada dunia bahwa ia adalah salah satu contoh orang yang sangat berhasil dalam mengubah semua impiannya menjadi kenyataan. Dan sampai saat ini Honda terus-menerus melakukan inovasi-inovasi baru melalui mimpi-mimpi barunya dengan melakukan kampanye The Power of Dreams melalui media massa belum lama ini.
Kisah Honda ini terdapat memberi pelajaran yang cukup menarik yang dapat kita petik, yaitu bahwa setinggi apa pun mimpi kita, jika kita benar-benar yakin bahwa mimpi kita akan berhasil dan kita mau berusaha keras untuk mewujudkannya, maka pastilah suatu saat mimpi kita tersebut akan menjadi kenyataan. Percayalah!
Dalam realitas kehidupan yang kita jalani saat ini, kita harus memiliki cita-cita dan impian agar hidup kita dapat terarah dan memiliki tujuan yang jelas. Kita bebas merancang impian kita sesuai dengan yang kita inginkan dan kita juga bebas untuk mengubah impian kita setiap saat jika memang suara hati kita menghendaki untuk mengubahnya.
Keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup selalu berawal dari impian. Namun tidak semua orang berhasil mewujudkan impiannya. Hal ini bergantung pada bagaimana kita bisa mengarahkan impian kita kepada kenyataan yang kita harapkan. Orang yang berhasil mewujudkan impiannya adalah orang yang dapat menyelaraskan antara impian dengan tindakan. Suatu impian akan dapat dicapai jika kita tidak terlena dengan impian-impian kita dan selalu hidup dalam dunia impian, namun kita diharapkan untuk mau mengubah sikap dan tindakan kita menuju ke arah impian yang kita cita-citakan.
Jika saat ini kondisi dan keadaan kita sangat jauh dari impian yang kita miliki, kita harus mengubah perilaku dan tindakan kita untuk mencapainya. Dengan kata lain, kita harus keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) kita. Misalnya, jika kita memiliki impian untuk bisa lulus sekolah/kuliah dengan nilai baik, ubahlah sikap kita yang mungkin biasa bermalas-malasan untuk menjadi lebih giat lagi dan berusahalah dengan sebaik mungkin untuk mewujudkannya.
Mimpi Pasif dan Mimpi Aktif
Saya rasa hampir setiap orang pernah bermimpi. Mimpi adalah suatu rangkaian kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar kita. Mimpi yang biasa kita alami adalah mimpi pada saat kita sedang tidur. Mimpi pada saat kita sedang tidur biasanya terjadi apabila kita sedang menghadapi suatu permasalahan dalam diri dan batin kita. Masalah-masalah tersebut masih menumpuk dalam pikiran kita sehingga pada saat kita tidur alam pikiran bawah sadar kita membawa kita kepada masalah-masalah tersebut tanpa dapat kita kendalikan, namun kita merasa seolah-olah mengalami kejadian yang sebenarnya.
Mimpi seperti ini saya sebut dengan istilah mimpi pasif. Saya menyebut demikian karena mimpi tersebut adalah mimpi yang terjadi di luar kehendak kita. Kita tidak dapat mengontrol mimpi kita itu dan mimpi tersebut cenderung tidak nyata. Mimpi seperti ini akan berakhir apabila kita terjaga dari tidur.
Di samping mimpi pasif yang berlangsung pada saat kita tidur, ada juga seseorang yang pada dasarnya sering berkhayal atau mengimajinasikan hal-hal indah secara terus- menerus namun tidak pernah berusaha untuk mewujudkannya.
Berkhayal (mimpi) semacam ini saya kategorikan ke dalam mimpi pasif juga karena ia hanya berangan-angan dan membayangkan kejadian-kejadian indah namun tanpa diikuti perubahan tindakan yang menuju kepada tercapainya impiannya tersebut.
Hal ini sama saja halnya dengan hidup dalam dunia mimpi yang telah saya sebutkan sebelumnya karena semua angan- angan tersebut akan berakhir pada saat ia selesai berimajinasi (baca: bangun dari tidurnya).
Sedangkan mimpi aktif adalah suatu imajinasi atau khayalan yang dilakukan secara terus-menerus namun disertai dengan perubahan perilaku yang mengacu kepada tercapainya mimpi tersebut sehingga kita tidak selalu hidup dalam dunia mimpi atau dunia tidur dan berusaha mewujudkannya.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam dunia tidur pada saat kita bermimpi, kita tidak dapat mengendalikan mimpi kita tersebut, dan setelah kita terbangun semua hal yang terjadi dalam mimpi tersebut hilang tanpa bekas. Begitu pula jika kita hanya memiliki impian tapi tidak melakukan sesuatu untuk mewujudkan impian tersebut adalah sama dengan ber-mimpi pasif karena tidak ada tindakan nyata untuk mewujudkannya.
Oleh karena itu, kita hendaknya menjadi pemimpi-pemimpi aktif di mana kita tidak hanya berimajinasi saja tapi juga melakukan tindakan yang mendukung ke arah tercapainya impian kita. Lakukan perubahan dalam diri kita, keluar dari zona kenyamanan, dan raihlah impian kita tersebut.
Tips Mewujudkan Mimpi
Jika sampai saat ini yang sering kita lakukan hanyalah bermimpi pasif, mungkin kini saatnya kita mencoba untuk mengubah mimpi pasif kita menjadi mimpi aktif dan mewujudkannya dalam realitas kehidupan kita sehingga kita tidak hanya hidup dalam dunia mimpi.
Berikut saya akan coba memaparkan beberapa tips untuk mengubah mimpi pasif menjadi mimpi aktif dan mewujudkan impian yang kita miliki ke dalam realitas hidup.
Tips #1
Setiap orang pasti memiliki segudang impian yang sangat indah dan berjuta-juta keinginan dalam pikirannya. Dan pada saat inilah orang tersebut sedang berada pada state 1 yaitu ia sedang bermimpi pasif. Namun, tentu saja kita tidak dapat memperoleh semua impian kita secara sekaligus dalam tempo yang sangat singkat tanpa melakukan apa-apa.
Kita harus dapat menyaring dan membuat prioritas impian mana yang akan kita wujudkan terlebih dahulu. Kita harus beralih dari state 1 (mimpi pasif) di mana yang kita lakukan hanya bermimpi setinggi-tingginya ke state 2 (mimpi aktif) dengan melalui suatu jembatan yang saya beri nama filter trans imajiner.
Filter ini merupakan suatu titik di mana kita sedang berada pada proses transisi/pemindahan mimpi-mimpi kita yang hanya ada dalam khayalan kita untuk menjadi kenyataan.
Filter ini bermanfaat untuk menyaring semua mimpi kita yang mungkin jumlahnya sangat banyak hingga menjadi beberapa yang ingin kita capai dalam waktu dekat.
Pada state ini kita dituntut untuk tidak hanya membayangkan terwujudnya impian kita saja, namun kita juga harus memikirkan proses pencapaiannya tahap demi tahap dan mimpikan pula proses tersebut tahap demi tahap sampai kita berhasil meraih apa yang kita mimpikan dan menjadi realitas.
Tips #2
Setelah kita menyaring mimpi-mimpi yang kita miliki, kita harus melewati satu rintangan terbesar dalam proses meraih impian berikutnya, yaitu kita harus berusaha untuk keluar dari zona kenyamanan kita (comfort zone).
Zona ini merupakan saat di mana kita merasa sangat nyaman dengan mimpi-mimpi di alam mimpi kita. Pada saat ini mungkin kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan untuk keluar dari zona ini karena mimpi yang kita miliki sangat jauh dari keadaan kita sekarang ini sehingga kita merasa bahwa kita sudah pasti tidak dapat mewujudkan impian tersebut.
Kita harus berhasil melewati zona ini dengan melakukan tindakan nyata dalam proses meraih impian yang kita inginkan. Kita harus selalu optimis bahwa impian kita akan dapat menjadi kenyataan suatu saat nanti.
Tips #3
Tahapan ini merupakan tahapan yang paling menentukan apakah impian-impian kita akan menjadi kenyataan atau tidak. Pada tahapan ini kita harus siap menghadapi masalah yang dapat berupa penghalang atau hambatan maupun kesulitan yang harus kita hadapi dalam proses meraih impian kita.
Salah satu penghalang atau hambatan yang harus kita hadapi dapat berupa jatuh miskin, kehilangan orang yang dicintai, dihina orang banyak, dikucilkan, tidak dipercaya, dikeluarkan dari sekolah dan hal-hal lain yang menyebabkan kita kehilangan semangat untuk terus berusaha mewujudkan impian kita.
Hambatan yang banyak dialami setiap orang adalah kegagalan. Dan kegagalan ini sering membuat orang patah semangat dan berputus asa serta tidak berani mencoba lagi. Tidak jarang impian seseorang berakhir pada state ini.
Kegagalan ini banyak disebabkan oleh karena proses mewujudkan impian tidak seindah dan semudah apa yang kita bayangkan sebelumnya. Seharusnya, jika kita mengalami kegagalan, kita harus berani mencoba kembali, memimpikan kembali secara aktif, memvisualisasikan dalam pikiran kita mulai dari proses sampai tercapainya impian kita sehingga kita selalu memiliki semangat juang yang tinggi setelah kita mengalami kegagalan dan bukan hanya merenungi nasib yang telah terjadi atau bahkan kita mengubah impian kita.
Memang tidak ada salahnya bagi kita untuk mengubah impian kita semula dan berusaha mencapai impian yang lain jika kita memang sudah merasa bahwa impian kita sudah tidak sejalan dengan tujuan hidup kita. Namun satu hal yang harus kita yakini adalah bahwa dengan selalu belajar dari pengalaman kegagalan dan kemudian mencoba lagi suatu saat mimpi kita pasti akan dapat menjadi kenyataan.
Orang yang tabah, sabar, dan berhasil melewati semua permasalahan tersebut barulah akan menjadi orang yang berhasil meraih impiannya. Sanggupkah kita menghadapi semua rintangan-rintangan tersebut? Ingat cerita Honda Soichiro! Dan ikuti panduan tips-tips yang telah diutarakan sebelumnya.
Jangan lupa untuk selalu membawa serta impian kita ke mana pun kita pergi, di mana pun kita berada, dalam berbagai kondisi dan situasi yang bagaimana pun yang sedang menimpa kita. Kita harus selalu percaya dan yakin bahwa impian yang kita miliki akan tercapai melalui usaha-usaha kita yang tekun dan tidak kenal menyerah serta tidak lupa untuk meminta pertolongan Tuhan. Dengan demikian keberhasilan akan dapat kita peroleh. Bermimpilah dan percayalah!
Copyright © Sinar Harapan 2002
IMPIAN SEJATI
Impian Sejati
November 14, 2007 · Filed Under Cerita Motivasi by Resensinet
Suatu hari, ada seorang muda yang bertemu dengan seorang tua yang bijaksana. Si anak muda bertanya, “Pak, sebagai seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua pertanyaan saya”.
“Apa yang ingin kau ketahui anak muda ?” tanya si orang tua. “Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di dunia ini”. Jawab si anak muda.
Orang tua itu tidak menjawab pertanyaan si anak, tapi mengajaknya berjalan-jalan di tepi pantai. Sampai di suatu sisi, kemudian mereka berjalan menuju ke tengah laut. Setelah sampai agak ke tengah di tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba mendorong kepada si anak muda ke dalam air.
Anak muda itu meronta-2, tapi orang tua itu tidak melepaskan pegangannya. Sampai kemudian anak muda itu dengan sekuat tenaga mendorong keatas, dan bisa lepas dari cekalan orang tua tersebut.
“Hai, apa yang barusan bapak lakukan, bapak bisa membunuh saya” tegur si anak muda kepada orang bijak tersebut. Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak, malah balik bertanya ,”Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada di dalam air tadi ?”. “Udara, yang paling saya inginkan adalah udara”. Jawab si anak muda.
“Hmmm, bagaimana kalo saya tawarkan hal yang lain sebagai pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan, atau umur panjang ?”tanya si orang tua itu lagi.
“Tidak ….. tidak …… tidak ada yang bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya, tidak ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air” jelas si anak muda.
“Nah, kamu sudah menjawab pertanyaanmu sendiri kalau begitu. KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINANMU AKAN UDARA KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI” kata si orang tua dengan bijak.
Sahabat situs motivasi, Resensi.net, apakah anda saat ini mempunyai impian sejati ? Banyak orang yang mengatakan impian mereka ini, atau itu, tapi sebagian besar yang mereka sebutkan adalah keinginan belaka, bukan impian. Keinginan sifatnya tidak mendesak. Kalo bisa dapat syukur, nggak dapat juga tidak apa-apa. Kalo bisa mobil BMW, kalo nggak, Kijang juga gak apa-2.
Ada pula orang yang mempersepsikan impian dengan harapan. Keduanya mirip namun berbeda. Harapan lebih kepada sesuatu di masa depan yang terjadi dengan sendirinya atau atas hasil kerja orang lain. Campur tangan kita kecil sekali, atau bahkan tidak ada. Impian tidak seperti itu. Apapun yang terjadi, mau tidak mau, dengan perjuangan sekeras apapun impian itu HARUS tercapai.
Impian terbaik seorang manusia adalah ketika dia berusia dibawah lima tahun. “Saya mau jadi dokter, mau jadi pilot, mau jadi pengusaha, dll ……” bukankah itu yang kerap dikatakan oleh anak-anak anda ?
Sayangnya, begitu mereka menginjakkan kaki di bangku sekolah, mereka `diharamkan’ membuat kesalahan. Selain itu, mereka juga mulai diajarkan melihat realitas dunia – dari sisi yang negatif.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, seorang remaja hingga dia berusia 20 tahun, rata-rata akan menerima 20.000 macam kata “NO”. “Jangan nakal, jangan main air, jangan kesana,jangan malas, jangan pergi, dan ribuan kata jangan yang lain. Memang tujuannya baik karena mengajarkan kepada kita agar dapat hidup dengan baik. Tapi karena terlampau seringnya kata “NO’ itu diterima, akan mempengaruhi pula alam bawah sadar manusia. Sehingga setiap kali kita memikirkan sesuatu yang baru, misalnya impian, yang pertama kali terlintas di benak kita adalah kata “NO”.
Banyak juga orang saat ini apabila ditanya apa impiannya, mereka menjawab tidak tahu. Sungguh malang nasib orang tersebut, karena orang yang tidak mempunyai impian sebetulnya secara mental mereka sudah `mati’. Mungkin orang-2 tersebut menganggap hidup adalah suatu nasib, sehingga sekeras apapun mereka bekerja
atau setinggi apapun impian mereka, namun apabila nasib tidak menghendaki mereka sukses, mereka tidak akan sukses.
Atau ada pula type orang yang terjebak di dalam `comfort zone’, dimana kehidupan mereka saat ini sudah nyaman, atau setidaknya berkecukupan. Mereka merasa tidak perlu membuat suatu impian yang lebih besar. Mereka mungkin akan berkata “Ah, buat apa rumah besar-besar …. Bisa ngontrak aja sudah bagus ……”.
Type ketiga, ada orang yang SENGAJA tidak mau membuat impian, karena ……. malu jika ditertawakan orang lain, dianggap norak, nggak tau diri, atau bahkan gila. Nah, sebenarnya bukan anda yang norak, tapi karena hidup kita sudah terlalu penuh dikelilingi oleh orang-orang dengan pikiran negatif, dimana mereka akan merasa `tidak suka’ jika ada seseorang yang tadinya setingkat dengan mereka, lalu mau pergi ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka akan berusaha dengan ejekan, sindiran dan usaha-usaha lain agar anda tetap `selevel’ dengan mereka. Kalau anda ingin membuktikan, coba besok pagi di kantor, katakan kepada rekan-2 anda , “Saya punya impian untuk jadi orang sukses. Saya akan berusaha keras mencapainya, untuk membawa saya dan keluarga saya ke tingkat yang lebih baik”. Lalu coba lihat ….. berapa banyak yang mentertawakan anda ….. Dan coba lihat pula berapa orang yang mendukung anda. Mungkin hampir tidak ada yang mendukung anda. Masih maukah anda meraih impian tersebut ….. setelah anda ditertawakan ….?
Sahabat situs motivasi resensi.net sekalian, saya yakin kita saat ini masih mampu menciptakan impian-2 kita, asalkan kita mau menghilangkan segala penghalang di dalam benak kita. Cobalah untuk berpikir bebas, seperti anak berusia 5 tahun. Jangan hiraukan apa yang dikatakan orang tentang impian anda, tapi berusahalah agar impian itu tercapai.
Memang benar, kita tidak akan bisa mencapai semua impian kita. Tapi tanpa punya impian, anda tidak akan meraih apa-apa. Ciptakan impian, lakukan kerjanya, dan raih hasilnya !
Semoga sukses !
Motivational Quotes
There are many people who have big plans but their big plans never come true. The reason is, too many people have big plans but fail to keep their small agreements
- Robert Kiyosaki -
The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams
- Eleanor Roosevelt -
What ever the mind of man can conceive & believe, it can achieve !
- Napoleon Hill -
Most of the important things in the world have been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all
- Dale Carnegie -
I can not give you the formula for success, but I can give you the formula for failure, which are try, try and try
- Herbert Bayard Swope -
November 14, 2007 · Filed Under Cerita Motivasi by Resensinet
Suatu hari, ada seorang muda yang bertemu dengan seorang tua yang bijaksana. Si anak muda bertanya, “Pak, sebagai seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua pertanyaan saya”.
“Apa yang ingin kau ketahui anak muda ?” tanya si orang tua. “Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di dunia ini”. Jawab si anak muda.
Orang tua itu tidak menjawab pertanyaan si anak, tapi mengajaknya berjalan-jalan di tepi pantai. Sampai di suatu sisi, kemudian mereka berjalan menuju ke tengah laut. Setelah sampai agak ke tengah di tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba mendorong kepada si anak muda ke dalam air.
Anak muda itu meronta-2, tapi orang tua itu tidak melepaskan pegangannya. Sampai kemudian anak muda itu dengan sekuat tenaga mendorong keatas, dan bisa lepas dari cekalan orang tua tersebut.
“Hai, apa yang barusan bapak lakukan, bapak bisa membunuh saya” tegur si anak muda kepada orang bijak tersebut. Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak, malah balik bertanya ,”Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada di dalam air tadi ?”. “Udara, yang paling saya inginkan adalah udara”. Jawab si anak muda.
“Hmmm, bagaimana kalo saya tawarkan hal yang lain sebagai pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan, atau umur panjang ?”tanya si orang tua itu lagi.
“Tidak ….. tidak …… tidak ada yang bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya, tidak ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air” jelas si anak muda.
“Nah, kamu sudah menjawab pertanyaanmu sendiri kalau begitu. KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINANMU AKAN UDARA KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI” kata si orang tua dengan bijak.
Sahabat situs motivasi, Resensi.net, apakah anda saat ini mempunyai impian sejati ? Banyak orang yang mengatakan impian mereka ini, atau itu, tapi sebagian besar yang mereka sebutkan adalah keinginan belaka, bukan impian. Keinginan sifatnya tidak mendesak. Kalo bisa dapat syukur, nggak dapat juga tidak apa-apa. Kalo bisa mobil BMW, kalo nggak, Kijang juga gak apa-2.
Ada pula orang yang mempersepsikan impian dengan harapan. Keduanya mirip namun berbeda. Harapan lebih kepada sesuatu di masa depan yang terjadi dengan sendirinya atau atas hasil kerja orang lain. Campur tangan kita kecil sekali, atau bahkan tidak ada. Impian tidak seperti itu. Apapun yang terjadi, mau tidak mau, dengan perjuangan sekeras apapun impian itu HARUS tercapai.
Impian terbaik seorang manusia adalah ketika dia berusia dibawah lima tahun. “Saya mau jadi dokter, mau jadi pilot, mau jadi pengusaha, dll ……” bukankah itu yang kerap dikatakan oleh anak-anak anda ?
Sayangnya, begitu mereka menginjakkan kaki di bangku sekolah, mereka `diharamkan’ membuat kesalahan. Selain itu, mereka juga mulai diajarkan melihat realitas dunia – dari sisi yang negatif.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, seorang remaja hingga dia berusia 20 tahun, rata-rata akan menerima 20.000 macam kata “NO”. “Jangan nakal, jangan main air, jangan kesana,jangan malas, jangan pergi, dan ribuan kata jangan yang lain. Memang tujuannya baik karena mengajarkan kepada kita agar dapat hidup dengan baik. Tapi karena terlampau seringnya kata “NO’ itu diterima, akan mempengaruhi pula alam bawah sadar manusia. Sehingga setiap kali kita memikirkan sesuatu yang baru, misalnya impian, yang pertama kali terlintas di benak kita adalah kata “NO”.
Banyak juga orang saat ini apabila ditanya apa impiannya, mereka menjawab tidak tahu. Sungguh malang nasib orang tersebut, karena orang yang tidak mempunyai impian sebetulnya secara mental mereka sudah `mati’. Mungkin orang-2 tersebut menganggap hidup adalah suatu nasib, sehingga sekeras apapun mereka bekerja
atau setinggi apapun impian mereka, namun apabila nasib tidak menghendaki mereka sukses, mereka tidak akan sukses.
Atau ada pula type orang yang terjebak di dalam `comfort zone’, dimana kehidupan mereka saat ini sudah nyaman, atau setidaknya berkecukupan. Mereka merasa tidak perlu membuat suatu impian yang lebih besar. Mereka mungkin akan berkata “Ah, buat apa rumah besar-besar …. Bisa ngontrak aja sudah bagus ……”.
Type ketiga, ada orang yang SENGAJA tidak mau membuat impian, karena ……. malu jika ditertawakan orang lain, dianggap norak, nggak tau diri, atau bahkan gila. Nah, sebenarnya bukan anda yang norak, tapi karena hidup kita sudah terlalu penuh dikelilingi oleh orang-orang dengan pikiran negatif, dimana mereka akan merasa `tidak suka’ jika ada seseorang yang tadinya setingkat dengan mereka, lalu mau pergi ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka akan berusaha dengan ejekan, sindiran dan usaha-usaha lain agar anda tetap `selevel’ dengan mereka. Kalau anda ingin membuktikan, coba besok pagi di kantor, katakan kepada rekan-2 anda , “Saya punya impian untuk jadi orang sukses. Saya akan berusaha keras mencapainya, untuk membawa saya dan keluarga saya ke tingkat yang lebih baik”. Lalu coba lihat ….. berapa banyak yang mentertawakan anda ….. Dan coba lihat pula berapa orang yang mendukung anda. Mungkin hampir tidak ada yang mendukung anda. Masih maukah anda meraih impian tersebut ….. setelah anda ditertawakan ….?
Sahabat situs motivasi resensi.net sekalian, saya yakin kita saat ini masih mampu menciptakan impian-2 kita, asalkan kita mau menghilangkan segala penghalang di dalam benak kita. Cobalah untuk berpikir bebas, seperti anak berusia 5 tahun. Jangan hiraukan apa yang dikatakan orang tentang impian anda, tapi berusahalah agar impian itu tercapai.
Memang benar, kita tidak akan bisa mencapai semua impian kita. Tapi tanpa punya impian, anda tidak akan meraih apa-apa. Ciptakan impian, lakukan kerjanya, dan raih hasilnya !
Semoga sukses !
Motivational Quotes
There are many people who have big plans but their big plans never come true. The reason is, too many people have big plans but fail to keep their small agreements
- Robert Kiyosaki -
The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams
- Eleanor Roosevelt -
What ever the mind of man can conceive & believe, it can achieve !
- Napoleon Hill -
Most of the important things in the world have been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all
- Dale Carnegie -
I can not give you the formula for success, but I can give you the formula for failure, which are try, try and try
- Herbert Bayard Swope -
Monday, February 22, 2010
About how he did it..
About How He Did It ..
Today at 11:25am
Every year, turned into months, narrowed to a week, and now the day has gone by, do not feel the time kept pace, change of hours, shift minutes, and seconds ticking with every pulse in the across-day, every moment, all rolling in the track layout has been established it. All people are free to choose, determine what will be done in accordance with her wishes.
There are some people who instantly make the choice and immediately implement. Some are taking into account all sorts of reasons to act. And there are some people who were with the patient, organized and diligent in doing what he should do. Sometimes, he had to wait until the right time to start everything with a good calculation. And while he waited, he has furnish themselves with good preparation in order not to feel bored, to keep the spirit to the limit he can do. He takes the spirit, perseverance and confidence that he will be able to pass well and succeed. He does not want any mistakes that might upset him, he did not demand a perfect score, but want everything works as it is, regular and timely. He wanted to get the best results, he wants everyone to feel satisfied and appreciated his work, but he did not expect lavish praise on his success. He just wanted share what could he give, what is excess she owned, what is abilities sake goodness together. He just wants everyone to feel what he feels, good, privilege, intelligence, joy, joy, happiness, and perhaps also the love she felt. He just wanted to share with the people around him. He does not require others to be doing what he did, he just wants everyone to feel happiness. He, in the whole time, trying to give the best, overall herself to all, for companionship that much more meaningful, useful, and not a mere necessity.
He, in daily life, has various shades of black and white, he never experienced failure, uncertainty, and social upheaval that caused him to lose control and have always felt was right for him. He never fell within an upheaval hearts profound and painful, but she could conscious and wake returned with belief that everything would change when there ability for alter self, strong wills, wills into better direction, and cheerfulness with giving surrender one wills encyclopedia and has purpose. Maybe some people look at weak to what did he do, because they think that it was difficult, that it was not possible to be resolved. But if everything runs well, in accordance with the rules, open to constructive criticism, willing to work together, respect other people's opinion, have the capacity, and can provide great ideas, and able to present a conclusion, then weighing what any task will be easy and resolved. Opening ourselves against presence others, opinions and ideas different, is an capital very supportive to form a personality intact. All free men, without coercion and pressure, but should still have a definite direction and not violate the applicable provisions, it will create harmony, a dynamic life and understated. That meaning from togetherness, which appreciate diversity individuals, ideas, and background. That reform, that changes. If you want to go, do not ever feel satisfied with the achievement of the current, but the move harder, faster, and go for goals that should be obtained. There must be a chance to win. Life is a race that asks each of us as the subject and should be a winner.
As we want that this is the best, there should be, we should be doing, which should be created, so that our lives become more meaningful, so that the world is full of value and meaning of life, so that we can find fulfillment in our respective . Because you and I is a unity, an element that unites each other, combine, and build each other as a solid building, has a strong foundation and make room for all the goodness. From year to year, month and day of week changes in velocity time scrolling the beating pulse of the accompaniment, we will never stop, keep stepping.**Paskal.
Today at 11:25am
Every year, turned into months, narrowed to a week, and now the day has gone by, do not feel the time kept pace, change of hours, shift minutes, and seconds ticking with every pulse in the across-day, every moment, all rolling in the track layout has been established it. All people are free to choose, determine what will be done in accordance with her wishes.
There are some people who instantly make the choice and immediately implement. Some are taking into account all sorts of reasons to act. And there are some people who were with the patient, organized and diligent in doing what he should do. Sometimes, he had to wait until the right time to start everything with a good calculation. And while he waited, he has furnish themselves with good preparation in order not to feel bored, to keep the spirit to the limit he can do. He takes the spirit, perseverance and confidence that he will be able to pass well and succeed. He does not want any mistakes that might upset him, he did not demand a perfect score, but want everything works as it is, regular and timely. He wanted to get the best results, he wants everyone to feel satisfied and appreciated his work, but he did not expect lavish praise on his success. He just wanted share what could he give, what is excess she owned, what is abilities sake goodness together. He just wants everyone to feel what he feels, good, privilege, intelligence, joy, joy, happiness, and perhaps also the love she felt. He just wanted to share with the people around him. He does not require others to be doing what he did, he just wants everyone to feel happiness. He, in the whole time, trying to give the best, overall herself to all, for companionship that much more meaningful, useful, and not a mere necessity.
He, in daily life, has various shades of black and white, he never experienced failure, uncertainty, and social upheaval that caused him to lose control and have always felt was right for him. He never fell within an upheaval hearts profound and painful, but she could conscious and wake returned with belief that everything would change when there ability for alter self, strong wills, wills into better direction, and cheerfulness with giving surrender one wills encyclopedia and has purpose. Maybe some people look at weak to what did he do, because they think that it was difficult, that it was not possible to be resolved. But if everything runs well, in accordance with the rules, open to constructive criticism, willing to work together, respect other people's opinion, have the capacity, and can provide great ideas, and able to present a conclusion, then weighing what any task will be easy and resolved. Opening ourselves against presence others, opinions and ideas different, is an capital very supportive to form a personality intact. All free men, without coercion and pressure, but should still have a definite direction and not violate the applicable provisions, it will create harmony, a dynamic life and understated. That meaning from togetherness, which appreciate diversity individuals, ideas, and background. That reform, that changes. If you want to go, do not ever feel satisfied with the achievement of the current, but the move harder, faster, and go for goals that should be obtained. There must be a chance to win. Life is a race that asks each of us as the subject and should be a winner.
As we want that this is the best, there should be, we should be doing, which should be created, so that our lives become more meaningful, so that the world is full of value and meaning of life, so that we can find fulfillment in our respective . Because you and I is a unity, an element that unites each other, combine, and build each other as a solid building, has a strong foundation and make room for all the goodness. From year to year, month and day of week changes in velocity time scrolling the beating pulse of the accompaniment, we will never stop, keep stepping.**Paskal.
Saturday, February 20, 2010
How should I love you?
Friday, February 12, 2010 at 10:50am
Everything is about our feelings, about what once existed between us, about ourselves completely. All are between you and me. Among us.
When I find it hard to close my eyes, when the night was so late, even late in the morning, I found it difficult to sleep and could not sleep, my eyes would not shut, I felt there was something that kept spinning in my mind about something that just occurred to me .. I wish one day I found the answer, whether I would still feel that I could not escape the feeling that I have now, or I should remove it with objectives and common interest? I'll keep looking for what is happening with my feeling is, whether limited or feel it is really present, filling and fulfilling day of my life, until I could no longer resist, though I will never be able to have it because it would gradually There are more than me to have it. Desire to express this turmoil has my heart stand it because I still want to try, but I should be aware that this is not good to enforce and would create something that is not good if there is no willingness and desire to be with ... I have learned that love is not merely to have a physical, not just want to be next to each person at any time, not merely present in reality, not because he wanted to wanted to be together all the time. To love is to give, understand, appreciate, accept, and volunteered with the real situation, it is, and never requires more than ability. To love means to support each other, if the two have different desires, but must seek what is of concern and obtain what is best. To love is sincerity heart, willing to overcome the ego and the will itself, defeat arrogance and envy. To love is to sacrifice themselves for the sake of the true value. To love is to love, no longer in physical form, but in the whole self out, embrace, providing comfort, peace, radiating love to everyone. To love is not to yourself. To love is being together, build relationships that reach beyond the area of each personality, based on mutual desire, that we need love. Loving is not just keeping time, love is not separated by time, love not because of distance, not because of differences, not because something can not be found within each person, not because they want to make one, loved the whole.
At every opportunity I kept trying to be as desired, but when the opportunity was there, I always find a failure because the things that do not agree with me. Is it a serious obstacle to me beat? But why when I want to try again, always there is no chance? Everything went by so fast, like he does not care what ever kept, let it be in vain. And even, it was considered futile, because there is a fear that this would not be real, it's just a toy, this is only an illusion, a virtual world. I realized, what would happen if I was just expecting this to happen, but no response on the other? And I know it's not easy, because there are still many things that should be the reason so that we can make it happen. However, no better if I continue to push the relationship was not supposed to have. I'm not supposed to require understanding of you, because you are your own self, with all the freedom you can make a choice. Out there because there are many more interesting choices, perfect, and in accordance with your wishes. And now it's time for me to let go, so all went according to expectations, giving understanding, to understand, so there is no hatred, no anger. I had to learn to love you from this side, the side that not everyone can understand. I'll love you with my own way, not as mine, but as a person who should be respected, guard, and I understand. Because you are so special.
Not easy to make perfect, beautiful and happy, but I must try how it should be. There is no reason for me to reject that decision, that I will slowly let go and forget all the feelings that ever existed, which is always awake, so be happy, so no word to hate, so all happy. I believe that someday, you'll find that you're looking for authenticity, and he will fulfill all your life. I'm sure it will go well, beautiful, and fun for us and all those who noticed. Maybe I should say that you deserve it, and you'll be happy ... and now I'll start something new, maybe a little to improve what is already begun, in my life. Later, we will meet, and I hope all will smile, laugh, share. You are never found happiness, and you are my strength for to survive and you have given me confidence to be able to love with the truth. Thank you, and be happy .... :-)
Thank you for the opportunity you've given, the ever present, ever had.
I had you know,Paskal
Everything is about our feelings, about what once existed between us, about ourselves completely. All are between you and me. Among us.
When I find it hard to close my eyes, when the night was so late, even late in the morning, I found it difficult to sleep and could not sleep, my eyes would not shut, I felt there was something that kept spinning in my mind about something that just occurred to me .. I wish one day I found the answer, whether I would still feel that I could not escape the feeling that I have now, or I should remove it with objectives and common interest? I'll keep looking for what is happening with my feeling is, whether limited or feel it is really present, filling and fulfilling day of my life, until I could no longer resist, though I will never be able to have it because it would gradually There are more than me to have it. Desire to express this turmoil has my heart stand it because I still want to try, but I should be aware that this is not good to enforce and would create something that is not good if there is no willingness and desire to be with ... I have learned that love is not merely to have a physical, not just want to be next to each person at any time, not merely present in reality, not because he wanted to wanted to be together all the time. To love is to give, understand, appreciate, accept, and volunteered with the real situation, it is, and never requires more than ability. To love means to support each other, if the two have different desires, but must seek what is of concern and obtain what is best. To love is sincerity heart, willing to overcome the ego and the will itself, defeat arrogance and envy. To love is to sacrifice themselves for the sake of the true value. To love is to love, no longer in physical form, but in the whole self out, embrace, providing comfort, peace, radiating love to everyone. To love is not to yourself. To love is being together, build relationships that reach beyond the area of each personality, based on mutual desire, that we need love. Loving is not just keeping time, love is not separated by time, love not because of distance, not because of differences, not because something can not be found within each person, not because they want to make one, loved the whole.
At every opportunity I kept trying to be as desired, but when the opportunity was there, I always find a failure because the things that do not agree with me. Is it a serious obstacle to me beat? But why when I want to try again, always there is no chance? Everything went by so fast, like he does not care what ever kept, let it be in vain. And even, it was considered futile, because there is a fear that this would not be real, it's just a toy, this is only an illusion, a virtual world. I realized, what would happen if I was just expecting this to happen, but no response on the other? And I know it's not easy, because there are still many things that should be the reason so that we can make it happen. However, no better if I continue to push the relationship was not supposed to have. I'm not supposed to require understanding of you, because you are your own self, with all the freedom you can make a choice. Out there because there are many more interesting choices, perfect, and in accordance with your wishes. And now it's time for me to let go, so all went according to expectations, giving understanding, to understand, so there is no hatred, no anger. I had to learn to love you from this side, the side that not everyone can understand. I'll love you with my own way, not as mine, but as a person who should be respected, guard, and I understand. Because you are so special.
Not easy to make perfect, beautiful and happy, but I must try how it should be. There is no reason for me to reject that decision, that I will slowly let go and forget all the feelings that ever existed, which is always awake, so be happy, so no word to hate, so all happy. I believe that someday, you'll find that you're looking for authenticity, and he will fulfill all your life. I'm sure it will go well, beautiful, and fun for us and all those who noticed. Maybe I should say that you deserve it, and you'll be happy ... and now I'll start something new, maybe a little to improve what is already begun, in my life. Later, we will meet, and I hope all will smile, laugh, share. You are never found happiness, and you are my strength for to survive and you have given me confidence to be able to love with the truth. Thank you, and be happy .... :-)
Thank you for the opportunity you've given, the ever present, ever had.
I had you know,Paskal
Monday, January 4, 2010
My Year End Reflection
Last Sun down. Today look at the sun, the last solar evening will end at the side of the mountain. In silence I took a moment, go back to the depths of yourself and reflect on everything that happens, the joys and sorrows, bitter and sweet, upheaval, turmoil, anxiety, fear, failure, sadness, success, joy, happiness, togetherness, wealth, friendship , kinship, brotherhood, and togetherness in unity as one human family in a child of God. I pray ... Father ... not pay out, I did not quite give you all the love that you bestowed to me. Thank you Lord .... Enjoy the last moments at the end of 2009. Thinking of what what we've experienced throughout the year that will pass, and hopefully what has happened and we've been through it can be a valuable experience for our current stock for the new up this year. God's love be with us, give us a spirit in the pursuit of dreams, hope, and to actualize themselves optimally with all the conviction that, we can!!
Subscribe to:
Posts (Atom)